Home » » Tips cara mencegah pikun

Tips cara mencegah pikun

Written By amalinakayyisah on Rabu, 01 Mei 2013 | 11.24

Pikun adalah salah satu penyakit yang seringkali menghantui seseorang ketika usianya mulai senja. Karena itu, mencegah pikun sejak dini sangatlah penting. Berikut Tips cara mencegah pikun , salah satunya adalah dengan melakukan olahraga rutin

Olahraga memiliki manfaat yang sangat besar terhadap seseorang, baik secara fisik maupun psikis. Diantara manfaat tersebut adalah untuk mencegah terjadinya penyakit pikun yang seringkali dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia. Karena itu, melakukan olahraga setidaknya perlu diatur, terutama oleh kaum ibu.

Menurut dr Nuniek Nugraheni S SpKFR dari Rumah Sakit Islam Jemur Sari Surabaya, penyakit demensia atau pikun adalah kemampuan hilangnya kognitif global yang berat pada orang yang sebelumnya sehat dan terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pada proses penuaan normal. Menurutnya, pikun bukan suatu penyakit yang berdiri sendiri, tapi suatu sindroma spesifik yang meliputi kognitif, memori, atensi, berbahasa, dan penyelesaian masalah. Yang tersering terjadi pada penyakit alzheimer.

"Dalam hal ini, terapi latihan olahraga bermanfaat pada peniderita pikun, untuk membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup," terang Nuniek kepada nurani. Lebih lanjut is menegaskan bahwa dengan derajat kerusakan otak yang sama, orang yang aktif secara fisik menunjukkan fungsi kognitif yang lebih baik daripada orang yang lebih pasif.

Memperbaiki Keseimbangan
Nuniek menjelaskan, banyak terapi pencegahan pikun yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan aerobik low impact, latihan penguatan, keseimbangan, dan fleksibilitas. Dalam hal ini, sebaiknya latihan juga diberikan secara bertahap dan dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Diantara manfaat latihan untuk mencegah pikun, lanjut Nuniek, adalah meningkatkan kognisi, kekuatan fisik, mempertahankan kemandirian, meningkatkan kesehatan kardiovaskuler, mencegah risiko stroke, diabetes, menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis, memperbaiki kualitas tidur, memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan mengurangi rasa terisolasi.

"Disamping itu, manfaatnya juga dapat memperbaiki keseimbangan sehingga mengurangi risiko jatuh dan meningkatkan rasa percaya diri," terangnya. Menurutnya, berdasarkan hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa senam otak atau gerak yang dilakukan selama 2 bulan mempunyai efek signifikan dalam meningkatkan performa kognisi pada para lansia.

Membantu Melatih Otot
Lebih lanjut Nuniek menjelaskan bahwa dalam pencegahan penyakit pikun tersebut hendaknya seseorang juga melakukan komponen latihan pada demensia, yaitu latihan aerobik low impact, latihan penguatan, latihan keseimbangan, dan latihan fleksibilitas. Dalam hal ini, terapi latihan demensia pada tahap ringan bisa dicontohkan seperti latihan duduk, taichi, latihan musik, tari, berenang, berkebun, dll. "Latihan-latihan tersebut juga bisa dilakukan di rumah," tandas nya.

Sementara itu, imbuh Nuniek, latihan pikun yang lebih berat adalah seperti perubahan posisi dari duduk ke berdiri dan berjalan pendek ke ruangan lain. Hal ini juga dapat membantu melatih otot untuk keseimbangan (mencegah jatuh). Selain itu, latihan juga bisa dilakukan dalam bentuk latihan berdiri / bergerak secara teratur. "Untuk penderita pikun, dianjurkan untuk bergerak secara teratur dan berpindah kursi, misalnya pada saat jam makan, dll," imbuhnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, latihan duduk dapat diberikan tanpa sadar dengan pengawasan setiap hari. Begitu juga aktivitas berjalan di sekeliling rumah dapat juga membantu mempertahankan kekuatan otot dan kelenturan sendi. Ditanya soal usia yang rawan menderita penyakit pikun, terutama bagi kalangan ibu, Nuniek menjelaskan bahwa dalam hal ini umur seseorang sulit di prediksi. Akan tetapi hal itu biasanya muncul setelah usia di atas 60 tahun.

Demikian sedikit artikel cara mudah mencegah pikun dengan berolahraga , semoga bermanfaat.

Sumber : nurani
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

Translate

 
Author : Desain Blog
Copyright © 2013. Amalina Kayyisah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
-->